Kenali Reaksi Tubuh Yang Muncul Saat Melakukan Detoks

Kenali Reaksi Tubuh Yang Muncul Saat Melakukan Detoks

Kenali Reaksi Tubuh Yang Muncul Saat Melakukan Detoks. Detoks atau detoksifikasi merupakan proses pembersihan racun dari dalam tubuh. Racun dalam tubuh dapat berasal dari berbagai polutan dari lingkungan ataupun dihasilkan dari metabolisme tubuh. Secara alami sebenarnya tubuh bisa membersihkan diri sendiri atau melakukan detoks. Namun seiring berjalannya waktu, kemampuan tubuh untuk melakukan detoks mengalami penurunan yang diakibatkan banyak hal.

Kenali Reaksi Tubuh Yang Muncul Saat Melakukan Detoks

Ada banyak cara untuk melakukan detox mulai dari yang sifatnya alami sampai modern dengan metode tertentu. Puasa bagi umat islam sebenarnya adalah salah satu detoks alami. Ada juga detoks yang dilakukan dengan mengatur pola makan seperti  mengonsumsi jenis makanan tertentu, hingga menggunakan suplemen atau obat-obatan tertentu.


Kenali Agar Tidak Kaget

Jangan terburu-buru ingin detox hanya untuk kelihatan lebih muda, tampil langsing dan lebih cantik. Namun Anda perlu mengetahui proses detoks itu seperti apa. Karena dapat dipastikan selama dan terutama di awal proses detoks Anda akan mengalami rasa “ketidaknyamanan”.

Ketidaktahuan ini sering membuat orang yang baru memulai detox kemudian menghentikan proses detox yang dijalaninya. Dikiranya detoks kok malah bikin sakit ? padahal sebelumnya tidak pernah begini.  Atau kok malah tambah ga enak ya ?

Reaksi detoks ini memang sering membuat para pemula kaget. Akhirnya mereka berhenti menjalani detoks dan kembali pada pola makan tak sehat. Padahal, reaksi tersebut adalah proses wajar yang dinamakan Healing Creasis atau krisis penyembuhan untuk kemudian mengeluarkan racun dalam tubuh. Reaksi tersebut juga merupakan indikator adanya organ tubuh yang kadar toksin nya tinggi. -Kenali Reaksi Tubuh Yang Muncul Saat Melakukan Detoks-

Bagi yang  sudah sering melakukan detoks, reaksi tetap akan muncul. Tetapi kalo tubuh kita biasa detoks, enggak terlalu di rasakan.



Reaksi Tubuh  Ketika Detoks

Selain reaksi-reaksi seperti penyakit,selama detoks tubuh akan memberikan reaksi-reaksi lain yang sering mengejutkan bagi pemula. Bentuk reaksi dan kapan munculnya reaksi-reaksi tersebut tidak sama pada setiap orang. Reaksi yang diberikan tubuh saat seseorang menjalankan detoks bisa dijadikan sebagai petunjuk untuk mengetahui bagian tubuh yang mengalami akumulasi toksin berlebih. -Kenali Reaksi Tubuh Yang Muncul Saat Melakukan Detoks- Kenali reaksi tubuh saat detoks berikut ini :

  1. Warna urine lebih keruh dan baunya lebih tajam. Reaksi ini sering terjadi kepada mereka yang sebelumnya sering konsumsi obat untuk menyembuhkan penyakit. Akibatnya, bau obat pun ikut terbuang bersama urin dan kotoran.
  2. Kotoran akan juga lebih banyak di sertai lendir yang cukup pekat. Bahkan untuk yang menjalani program detoks lebih panjang, tubuh akan mengeluarkan kotoran dari lapisan  sel yang paling dalam. Bentuk Kotoran akan lebih pekat dan berwarna mulai dari kehijauan sampai kehitaman. Atau sering buang angin dengan bau yang sangat membusuk.
  3. Mengalami nyeri sendi hingga batuk dan pilek. Ini indikator pembuangan toksin di saluran pernapasan atau ginjal.
  4. Terkadang muncul rasa lapar yang berlebihan. Namun rasa lapar yang berlebihan biasanya akan hilang setelah tiga hari menjalankan detoks.
  5. Sakit kepala atau migren. Umumnya ini terjadi pada orang yang perokok berat atau sering minum minuman beralkohol dan orang yang di pembuluh darahnya terdapat banyak toksin.
  6. Mual atau kembung. Ini terjadi apabila saluran pencernaan tertoksifikasi alias banyak toksin yang berasal dari sampah tubuh yang tidak terolah maksimal karena buruknya kondisi tubuh yang kekurangan nutrisi tepat.
  7. Kondisi tubuh seperti sedang sakit demam, suhu tubuh lebih hangat dan menggigil. Namun ada juga yang mengalami kedinginan di awal-awal menjalankan detox. Demam bisa jadi tubuh sebelum didetox telah mengalami infeksi virus atau bakteri. Sementara kedinginan menunjukkan daya tahan tubuh yang sangat rendah (pada kondisi ini detox perlu didukung dengan suplemen imunitas).
  8. Bau mulut dan permukaan lidah yang tebal dengan lapisan putih yang kerap menyebab napas berbau tidak enak. Ini indikator usus besar yang sarat toksin.
  9. Badan terasa pegal-pegal, lemas, sakit sendi dan otot terasa nyeri. Ini indikator tubuh yang karena kurang gerak atau kurang olahraga. Tubuh yang jarang bergerak, berarti getah bening juga tidak bergerak, dan aliran darah di pembuluh darah menjadi lambat. Ini dapat mengakibatkan pembuangan limbah tubuh terhenti dan selanjutnya toksin jadi makin tertumpuk baik di otot, sendi, maupun di pembuluh darah.

Ketika reaksi muncul, perbanyaklah minum air putih dan kurangi aktivitas fisik yang berlebihan seperti olahraga. Jangan pula tergoda dengan makanan berat seperti daging, nasi dan makanan berlemak.  Istirahatlah ditempat sejuk dengan sirkulasi udara baik. ini hanya reaksi di awal saja, setelah itu anda akan merasa nyaman. 

Perlu kesabaran untuk mengeluarkan racun dalam tubuh, apalagi racun sudah lama terbentuk sehingga lama pula untuk pembersihannya. Detoks sama halnya dengan puasa dari makanan yang tidak sehat. Detoks biasanya dilakukan selama 7 hari, 14 hari bahkan sampai 40 hari. -Kenali Reaksi Tubuh Yang Muncul Saat Melakukan Detoks-

Biasanya setelah racun itu dibuang, tubuh akan menjadi lebih segar dan terasa relaks. Bahkan, dalam beberapa kasus penglihatan menjadi lebih terang dan gairah untuk hidup menjadi lebih tinggi.


SMART DETOX

Kenali Reaksi Tubuh Yang Muncul Saat Melakukan Detoks

Smart Detox Tren Pola Hidup Sehat Modern Untuk Anda. Smart Detox adalah program detoksifikasi modern yang dilakukan selama 20 hari dengan pola 232. Dimana 2 hari adalah masa persiapan detox dan 3 hari masa detoks. Manfaat Smart detox selain mengeluarkan racun dalam tubuh, smart detox sangat bagus untuk membantu menormalkan kolseterol dalam tubuh selain memang secara bonus berat badan kita menjadi ideal.



Info Lebih Lanjut , hubungi :
Mohammad Lutfi melalui wa 085211198457
Atau klik link wa di bawah ini